Searching...
Select a Page
Saturday

Surah078Page001

 

                                         Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur'an
 

Surah an-Naba' adalah sebuah contoh bagi arah juz ini dengan tema-temanya, hakikat-hakikatnya, kesan-kesannya, lukisan-lukisannya, bayang-bayang-nya, nuansa musikaltya, sentuhan-sentuhannya pada alam dan jiwa serta dunia dan akhirat, dan pilihan kata dan kalimat-kalimatnya untuk menguat-kan kesan dan pengaruhnya di dalam perasaan dan hati.

Surah ini dimulai dengan pertanyaan yang meng-isyaratkan dan mengesankan besar dan agungnya hakikat yang mereka perselisihkan. Yaitu, persoalan besar yang idak ada kesamaran padanya dan idak ada syubhaL Pertanyaan ini diakhiri dengan me-ngemukakan ancaman kepada mereka terhadap hari yang kelak akan mereka ketahul hakikatnya,

(30) ۞ Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? (1)  Tentang berita yang besar, (2)  yang mereka perselisihkan tentang ini. (3)  Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, (4)  kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui. (5)  (An-Naba’ : 1-5)

Dari sana kemudian segmen berikutnya beralih dari makna pembicaraan itu, dari beita ini, dan dibiarkannya ia hingga waktunya Kemudian dibawa nya mereka beralih kepada sesuatu yang terjadi di hadapan mereka dan di sekitar mereka, mengenai diri mereka sendiri dan alam semesta yang padanya terdapat persoalan yang besar juga. Alam itu me-nunjukkan sesuatu yang ada di baliknya, dan meng-isyaratkan kepada apa yang akan dibacanya,

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, (6)  dan gunung-gunung sebagai pasak?, (7)  dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, (8)  dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (9)  dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, (10)  dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, (11)  dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, (12)  dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), (13)  dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, (14)  supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, (15)  dan kebun-kebun yang lebat? (16) (An-Naba’ : 6-16)

Dari kumpulan hakikat-hakikat, pemandangan-pemandangan, lukisan-lukisan, dan kesan-kesan ini mereka dibawa kembali kepada berita besar yang mereka perselisihkan dan yang diancamkan kepada mereka pada hari mereka mengetahuinya, untuk dikatakan kepada mereka apakah ia dan bagaimana ia terjadi.

Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, (17)  yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, (18)  dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, (19)  dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (20) (An-Naba’ : 17-20)

Kemudian dibentangkanlah pemandangan azab dengan segala kekuatan dan kekerasannya,

Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, (21)  lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, (22)  mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, (23)  mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, (24)  selain air yang mendidih dan nanah, (25)  sebagai pambalasan yang setimpal. (26)  Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab, (27)  dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. (28)  Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. (29)  Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. (30) (An-Naba’ : 21-30)

Kemudian ditunjukkan pula pemandangan nikmat yang memancar demikian derasnya,

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (31)  (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, (32)  dan gadis-gadis remaja yang sebaya, (33)  dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). (34)  Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. (35)  Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, (36)  (An-Naba’ : 31-36)

Kemudian surah ini ditutup dengan memberikan kesan yang luhur mengenai hakikat hari itu di dalam pemandangan yang ditampakkan padanya. Juga dengan memberikan peringatan kepada manusia sebelum datangnya hari yang padanya terdapat pe-mandangan yang agung ini,

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. (37)  Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. (38)  Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. (39)  Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (40) (An-Naba’ : 37-40)

Itulah berita besar yang mereka pertanyakan. Itulah berita besar yang kelak akan mereka ketahui.

 

                                         Wikipedia
 

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , "Berita Besar") adalah surah ke-78 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat. Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

 

Pokok – Pokok Isi

  • Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu
  • Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit
  • Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit
  • Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat
  • Penyesalan orang kafir di hari kiamat

imageimage

 

                                         Wikisource
 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

HARI BERBANGKIT

Ayat 1-40

Kekuasaan Allah SWT menciptakan alam dan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya adalah bukti bagi kekuasaan-Nya membangkitkan manusia Ayat 1-16

1 Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? 2 Tentang berita yang besar, 3 yang mereka perselisihkan tentang ini. 4 Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui, 5 kemudian sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui. 6 Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, 7 dan gunung-gunung sebagai pasak?, 8 dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, 9 dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, 10 dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, 11 dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, 12 dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, 13 dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), 14 dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, 15 supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, 16 dan kebun-kebun yang lebat?

Kehebatan hari berbangkit Ayat 17-20

17 Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, 18 yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, 19 dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, 20 dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

Balasan terhadap orang yang durhaka Ayat 21-30

21 Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, 22 lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, 23 mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, 24 mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, 25 selain air yang mendidih dan nanah, 26 sebagai pembalasan yang setimpal. 27 Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, 28 dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya, 29 dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. 30 Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

Balasan terhadap orang yang bertakwa Ayat 31-37

31 Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, 32 (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, 33 dan gadis-gadis remaja yang sebaya, 34 dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). 35 Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. 36 Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, 37 Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

Perintah agar manusia memilih jalan yang benar kepada Tuhannya Ayat 38-40

38 Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar. 39 Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. 40 Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."

 

 

UPDATE : Mimin menemukan sebuah komik Islami dari http://henings.wordpress.com berjudul An-Naba’. Meski tidak berkaitan langsung, tapi cukup jadi hiburan insya Allah.. :)

 

                                         heningbanget
 

*klik kanan pada gambar => View Image untuk lebih mudah membaca komiknya.

 

Dengar Murattalnya!

 

0 komentar:

Post a Comment

« »
Get widget